-->
Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

Wednesday, August 8, 2012

Sifat Wajib Allah, Sifat Muhal Allah,dan Sifat Jaiz Allah

A. Sifat Wajib Allah

1. Wujud 
Artinya : Ada

2. Qidam 
Artinya : dahulu

3. Baqa
Artinya : Kekal

4. Mukhalafatuhu lilhawadith 
Artinya: Berbeda dengan makhluk

5. Qiyamuhu binafsih 
Artinya: Berdiri-Nya dengan sendiri

6. Wahdania 
Artinya: Esa

7. Qudrat 
Artinya: Berkuasa

8. Iradat 
Artinya: Berkehendak

9. Ilmu 
Artinya: Mengetahui

10. Hayat 
Artinya: hidup

11. Sama'
Artinya: Mendengar

12. Basar
Artinya: Melihat

13. Kalam 
Artinya: Berkata-kata

14. qaadiran
Artinya: Keadaan-Nya yang berkuasa

15. muriidan 
Artinya: Keadaan-Nya yang berkehendak

16. 'Aliman 
Artinya: Keadaan-Nya yang mengetahui

17. Hayyan 
Artinya: Keadaan-Nya yang hidup

18. Sami'an 
Artinya: Keadaan-Nya yang mendengar

19. Basiiran 
Artinya: Keadaan-Nya yang melihat

20. Mutakalliman 
Artinya: Keadaan-Nya yang berkata-kata

B. Sifat Muhal Allah


1. Adam 
Artinya: Tiada 

2. Huduth 
Artinya: baru 

3. Fana 
Artinya: binasa 

4. Mumathalatuhu Lilhawadith 
Artinya: menyerupai makhluk 

5. Qiyamuhu Bighayrih 
Artinya:berdiri dengan yang lain 

6. Ta’ddud 
Artinya: Banyak 

7. Ajzun 
Artinya: lemah 

8. Karahah 
Artinya:Terpaksa 

9. Jahlun 
Artinya: Bodoh 

10. Mautun 
Artinya: Mati 

11. Shamamun 
Artinya:Tuli 

12. Umy 
Artinya: Buta 

13. Bukmun 
Artinya: bisu 

14. Ajizan 
Artinya: Lemah 

15. Karihan 
Artinya: Terpaksa 

16. Jahilan 
Artinya: Bodoh 

17. Mayyitan 
Artinya: Mati 

18. Ashammun 
Artinya: Tuli 

19. A’ma 
Artinya:Buta 

20. Abkamun
Artinya: Bisu

C. Sifat Jaiz Allah

Sifat Jaiz Allah hanya ada satu yaitu "fi'li kulli mumkinin au tarkuhu yang artinya " Allah SWT mungkin mengerjakan sesuatu atau meninggalkannya" 
Jadi Allah berhak melakukan sesuatu ataupun tidak melakukan sesuatu tersebut.
Read More..

Monday, July 30, 2012

Nuzulul Qur'an dan Lailatul Qadar

Nuzulul Quran dalam arti yang singkat diartikan sebagai malam turunnya Al Qur’an, yaitu sesuai dengan makna dari kata Nuzul dan Quran. Nuzulul Qur’an adalah istilah yang merujuk kepada peristiwa Turunya Kalam Allah yang pertama kepada nabi dan rasul yang terakhir bagi agama Islam yakni Nabi Besar Muhammad SAW.

Al-Qur’an diturunkan dalam dua tahap, yaitu:
•  Tahap I, Al-Qur’an diturunkan dari Lauhil Mahfudz ke Langit Dunia secara utuh.
•  Tahap II, Al-Qur’an diturunkan dari Langit Dunia ke Rosulullah secara berangsur-angsur melalui Malaikat 

Jibril sesuai perintah Allah. Pertama kali diturunkan adalah ketika Rosulullah berada di gua Hiro pada tanggal 17 ramadhan (Al-Bara’ bin Azib), Jibril menyampaikan QS. Al-Alaq ayat 1-5.

Terdapat perbedaan ulama mengenai kapan pertama kali turunnya Al-Qur’an kepada rosul. sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat IbnuUmar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya adalah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara’ bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo’ )
Struktur Al-Qur’an sendiri terdiri dari 30 Juz, 114 Surat, dan 6.236 ayat.

Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadar

Nuzulul Qur’an adalah waktu turunnya Al-Qur’an yang bertepatan dengan malam yang disebut dengan Lailatul Qadar. Allah SWT menurunkan Al-Qur’an pada Lailatul Qadar. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5.

Dari segi etimology, Lailatul Qadar dapat di artikan sebagai:
  • Laitul Qadar dapat diartikan sebagai malam ketetapan, yaitu malam dimana diturunkannya ketentuan-ketentuan Allah SWT. Lailat Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada QS. Ad Dukhan ayat 3-5
  • Selain itu, Lailatul Qadar juga diartikan sebagai malam yang sempit, dimana bumi dipenuhi oleh malaikat-malaikat yang senantiasa beribadah kepada Allah SWT.
  • Di dalam Al-Qur’an, digambarkan Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan sehingga merupakan malam yang mulia. Selain itu pada Lailatul Qadar pulalah Al-Quran diturunkan.
  • Malam Lailatul Qadar terjadi setiap tahun pada bulan ramadhan, namun tidak disebutkan secara pasti tanggal turunnya. Beberapa pendapat kapan turunnya Lailatul Qadar:

  1. Pada 10 malam terakhir bulan Ramadan diriwayakan oleh Aisyah radhiallau ‘anha bahwa Rosulullah shalalallahu ‘alaihi wassalam bersabda : “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” (Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)Beliau shallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:“Berusahalah untuk mencarinya pada sepuluh hari terakhir, apabila kalian lemah atau kurang fit, maka jangan sampai engkau lengah pada tujuh hari terakhir” (Riwayat Bukhori dan Muslim)
  2. Pada malam-malam ganjil, seperti pada Hadist sebelumnya (21, 23, 25, 27 atau 29)
  3. Pada malam ke 21 ramadhan lailatul qadar yang difirmankan Allah SWT dalam surat Al-Qadar adalah juga malam nuzulul qur’an atau turunnya wahyu yang pertama, yakni surat Al-Alaq di gua hira. Setelah diteliti oleh Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury, didapatkan kesimpulan bahwa malam itu adalah
Read More..

Sunday, April 1, 2012

Pengertian, Rukun, dan Macam-Macam Syahadat

Syahadat, pengertianya adalah pengakuan dan penyaksian dengan sebenarnya baik secara lahir maupun batin.

A. Rukun Syahadat
    Ada 4 rukun dalam syahadat yaitu:
  1. Menetapkan dzat Allah Ta'ala (berdiri dengan sendirinya)
  2. Menetapkan sifat Allah Ta'ala (berkuasa)
  3. Menetapkan af'al Allah Ta'ala (berbuat dengan sekehendaknya)
  4. Menetapkan kebenaran Rasulullah SAW.
B. Syarat Syahadat
Ada 4 syarat dalam syahadat yaitu:
  1. Memahami maksud syahadat.
  2. Diikrarkan dengan lidah maksutnya dibaca dari permulaan hingga akhirnya.
  3. Meyakini dalam hati maksutnya tidak ragu lagi dengan apa yang diucapkan.
  4. Diamalkan dengan anggota badan, yaitu hati dan perbuatan wajib menolak segala sesuatu yang menyalahi arti dan maksut dari kedua kalimat syahadat tersebut.
C. Yang Merusak Syahadat
Ada 4 hal yang dapat menyebabkan rusaknya syahadat kita yaitu:
  1. Menyekutukan Allah
  2. Ragu akan adanya Allah
  3. Menyangkal dirinya diciptakan oleh Allah
  4. Menyangkal bahwa alam semesta ini diatur oleh Allah.
D. Macam-macam Syahadat
Syahadat macamnya ada dua yaitu:
  • Syahadat tauhid 
         bunyinya: اشهد الا اله الا الله
         artinya   : Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
  • Syahadat Rasul
         Bunyinya : واشهد ان محمدا رسول الله
         artinya    : Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah Read More..

Sunday, March 4, 2012

Shalawat Nariyah


Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu berkata: “Shalawat Nariyah cukup populer di banyak kalangan dan ada yang meyakini bahwa orang yang bisa membacanya sebanyak 4444 kali dengan niat menghilangkan kesulitan-kesulitan atau demi menunaikan hajat maka kebutuhannya pasti akan terpenuhi. Ini merupakan persangkaan yang keliru dan tidak ada dalilnya sama sekali. Terlebih lagi apabila anda mengetahui isinya dan menyaksikan adanya kesyirikan secara terang-terangan di dalamnya. Berikut ini adalah bunyi shalawat tersebut:”
اللهم صل صلاة كاملة وسلم سلاما تاما على سيدنا محمد الذي تنحل به العقد وتنفرج به الكرب وتقضى به الحوائج وتنال به الرغائب وحسن الخواتيم ويستسقى الغمام بوجهه الكريم وعلى آله وصحبه عدد كل معلوم لك
Allahumma sholli sholaatan kaamilatan Wa sallim salaaman taaman ‘ala sayyidinaa Muhammadin Alladzi tanhallu bihil ‘uqadu, wa tanfariju bihil kurabu, wa tuqdhaa bihil hawaa’iju Wa tunaalu bihir raghaa’ibu wa husnul khawaatimi wa yustasqal ghomaamu bi wajhihil kariimi, wa ‘alaa aalihi, wa shahbihi ‘adada kulli ma’luumin laka
Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah pujian yang sempurna dan juga keselamatan sepenuhnya, Kepada pemimpin kami Muhammad, Yang dengan sebab beliau ikatan-ikatan (di dalam hati) menjadi terurai, Berkat beliau berbagai kesulitan menjadi lenyap, Berbagai kebutuhan menjadi terpenuhi, Dan dengan sebab pertolongan beliau pula segala harapan tercapai, Begitu pula akhir hidup yang baik didapatkan, Berbagai gundah gulana akan dimintakan pertolongan dan jalan keluar dengan perantara wajahnya yang mulia, Semoga keselamatan juga tercurah kepada keluarganya, dan semua sahabatnya sebanyak orang yang Engkau ketahui jumlahnya.”
Syaikh berkata:
“Sesungguhnya aqidah tauhid yang diserukan oleh Al-Qur’an Al Karim dan diajarkan kepada kita oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan kepada setiap muslim untuk meyakini bahwa Allah semata yang berkuasa untuk melepaskan ikatan-ikatan di dalam hati, menyingkirkan kesusahan-kesusahan, memenuhi segala macam kebutuhan dan memberikan permintaan orang yang sedang meminta kepada-Nya. Oleh sebab itu seorang muslim tidak boleh berdoa kepada selain Allah demi menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya meskipun yang di serunya adalah malaikat utusan atau Nabi yang dekat (dengan Allah). Al-Qur’an ini telah mengingkari perbuatan berdoa kepada selain Allah baik kepada para rasul ataupun para wali. Allah berfirman yang artinya:
Read More..

Template by:
Free Blog Templates